HabbatS Online.com

Indonesian (Indonesia)

Keranjang Belanja Anda

Keranjang Belanja Anda masih kosong

 :HABBAT'S NEWS :SEGENAP PIMPINAN DAN KARYAWAN PT. HABBATUSSAUDA INTERNATIONAL mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, TAQOBALALLAHU MINNA WA MINKUM, SEMOGA ALLAH MENERIMA IBADAH KITA SEMUA:::Per tanggal 15 Agustus 2013 PT. HABBATUSSAUDA INTERNATIONAL sudah bisa menerima pesanan produk. untuk informasi hubungi 085720204999.HABBAT'S NEWS : silahkan masukan kritik dan saran anda melalui email ke info@habbatsonline.com

share

Bagikan Melalui Facebook
You are here: Beranda Berita Artikel Bahaya Kafein

Bahaya Kafein

E-mail Cetak PDF

just_a_cup_of_coffee____by_morkorkSiapa yang tak kenal kopi? Bagi sebagian orang, kopi adalah menu yang "wajib" dinikmati. Baik sebagai teman bersantai sambil menikmati cemilan atau sambil membaca koran, maupun sebagai teman untuk siap begadang. Ibarat rokok, kopi ternyata bisa membuat penikmatnya menjadi kecanduan. Mereka rela tidak makan asalkan bisa menikmati pekatnya minuman hitam ini. Seperti yang dialami Mbah Surip (alm). Pemusik yang hits dengan tembangnya "Tak Gendong" ini bahkan bisa menghabiskan 20 cangkir kopi dalam sehari. Serangan jantung. Inilah yang diduga menjadi salah satu penyebab meninggalnya musisi yang terkenal dengan rambut gimbalnya itu.
Lalu apa hubungan antara kopi dengan serangan jantung? Kandungan utama dari kopi adalah kafein. Pada kerja jantung, kafein ini akan berpengaruh pada sistem saraf simpatik. Sistem ini akan bekerja, dan jika kerjanya meningkat, maka akan membuat detak jantung meningkat. Jika orang tersebut memiliki plak pada jantung, maka kondisi ini bisa menimbulkan serangan jantung.
Kafein merupakan senyawa alkaloid, utamanya terdapat dalam teh, kopi, dan biji kola. Selain terkandung dalam bahan alami, kafein juga bisa dibuat secara semisintetis. Kandungan kafein pada secangkir kopi sekitar 80-125 mg. Sedangkan satu kaleng soft drink cola mengandung sekitar 23-37 mg, teh mengandung sekitar 40 mg, dan satu ons coklat mengandung sekitar 20 mg kafein.
Meski aman dikonsumsi, kafein dapat menimbulkan reaksi yang tidak dikehendaki, seperti insomnia, gelisah, pernapasan meningkat, tremor otot/ gerakan gemetar yang berirama dan tidak terkendali, diuretik (sering kencing), warna gigi yang berubah menjadi coklat atau gelap, bau mulut, meningkatkan stress, serangan jantung, kemandulan pada pria, gangguan pencernaan, kecanduan, dan bahkan penuaan dini. Orang yang biasa minum kopi akan menderita sakit kepala di pagi hari atau setelah 12 jam sejak mengonsumsi kopi.


Pada orang-orang tertentu, gejala itu memang tak selalu terjadi. Ada orang yang tahan minum bergelas-gelas kopi. Sementara ada pula yang tak tahan dengan kafein, meski minum segelas saja. Sensitivitas terhadap kafein ini dipengaruhi oleh:

1. Massa tubuh

Orang dengan massa tubuh rendah akan segera merasakan efek kafein dibanding orang bermassa tubuh lebih tinggi.

2. Riwayat penggunaan kafein
Orang yang jarang mengonsumsi kafein lebih rentan kena efek negatifnya dibandingkan mereka yang rutin.

3. Stres
Stres psikologis dapat meningkatkan sensitivitas seseorang terhadap kafein.

4. Faktor lain
Termasuk usia, kebiasaan merokok, penggunaan hormon atau obat-obatan tertentu, dan masalah kesehatan lain seperti serangan kecemasan.


Penelitian menunjukkan, orang yang terbiasa minum kopi lebih dari 5 cangkir sehari berisiko mengalami gangguan jantung. Selain gangguan jantung, para peneliti AS memastikan bahwa mereka memiliki bukti kuat yang menunjukkan bahwa kafein berbahaya bagi kehamilan. Para ibu hamil yang mengkonsumsi kafein dalam jumlah banyak setiap harinya pada bulan-bulan awal kehamilan beresiko mengalami keguguran yang lebih tinggi. Para ibu yang mengkonsumsi 200 mg kafein atau lebih per hari memiliki resiko keguguran 2x lebih besar dibandingkan dengan mereka yang sama sekali menghindarinya. Untuk kepentingan penelitian, dikatakan 200 mg kafein setara dengan 2 cangkir kopi. Sebuah studi oleh McGill Universitas Montreal menunjukkan hubungan antara konsumsi kafein dan keguguran.
Para calon ibu harus menjauhi kafein setidaknya dalam 3 atau 4 bulan pertama kehamilannya, saran De Kun Li ahli epidemiologi dan difisi riset dari Oakland California.
Banyak peneliti mengatakan minum kafein dosis tinggi dapat menyebabkan berat bayi lahir lebih rendah. Sebuah studi di Yugoslavia, membandingkan berat bayi baru lahir antara ibu yang mengonsumsi 71-140 mg kafein dengan ibu yang mengkonsumsi kafein 0-10 mg. Ibu yang mengonsumsi 71-140 mg melahirkan bayi dengan berat seperempat lebih kecil ketimbang bayi yang dilahirkan ibu yang lain.
Bagi Anda penikmat kopi, tidak perlu khawatir, saat ini telah ada minuman sehat yang diracik dari bahan baku pilihan Habbatussauda (Nigella sativa) terbaik, Gula Aren (Palm sugar), Krimer Nabati (Non Dairy Creamer), Madu (Honey) dan Biji Wijen (Bijan seed). Dengan bahan baku tanpa Kafein, dijamin aman untuk penderita maag tapi tetap dapat dinikmati dengan rasa yang sangat enak. Produk PT. Habbatussauda International ini sudah mendapatkan sertifikasi dari DINKES PIRT dengan No. 313327302251 dan Halal LP POM MUI JB dengan No. 01173000170907. Sebagai salah satu produk consumer goods yang tetap mengedepankan kualitas produk yang berbasis kesehatan, Habbat'S Cafe dikemas dengan kemasan alumunium foil yang memungkinkan produk tetap terjaga kualitasnya, tidak menggumpal dan rasanya sangat enak.

Menyajikan Secangkir Habbat'S Cafe
Untuk mendapatkan rasa yang nikmat, Habbat'S Cafe dapat disajikan panas dan dingin.

Untuk penyajian panas:

Seduh satu sachet Habbat'S Cafe dengan 150 cc (satu cangkir) air panas (800C), aduk hingga rata, hidangkan dan siap dinikmati.


Untuk penyajian dingin:

Seduh satu sachet dengan 50 cc (1/4 gelas) air hangat (500C), aduk hingga rata, tambahkan es secukupnya dan secangkir Habbat'S Cafe dingin siap dinikmati.

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 05 September 2012 13:41 )  

komentar ()


 

dr-insan-web 3

Produk Habbat'S







FACEBOOK HABBAT'S

Selasa, 25 November 2014

habbat's time

Konsultasi Kesehatan

Email Anda :(*)
No Telepon(*)
Keluhan Anda :(*)
2 + 5 =
Answer :(*)