Influenza disebabkan virus influenza yang mudah menular melalui udara. Penularannya terjadi dari manusia ke manusia melalui udara pada saat berbicara, batuk, bersin, atau kontak dengan benda yang disentuh penderita. "Orang yang bersin atau batuk akan mengeluarkan butiran-butiran kecil yang akan terhirup orang lain di sekelilingnya sehingga menulari orang tersebut," kata ahli infeksi dari RSCM Jakarta dr Syamsuridjal Djauzi.Sebagian besar negara-negara di belahan dunia tengah hidup dalam "kedinginan". Jika Indonesia sekarang sedang mengalami musim hujan, warga di negara-negara empat musim pun tengah merapatkan selimut dan menyalakan tungku perapian untuk melawan dinginnya cuaca pada musim dingin. Nah, di balik udara yang dinginnya kian menusuk tulang itu rupanya virus influenza malah "berpesta". Tingginya infeksi penyakit "sejuta umat" ini memang berkaitan erat dengan perubahan musim, yang mana jumlah orang sakit biasanya meningkat pada saat cuaca dingin.
Normalnya, penderita influenza sudah sehat kembali dalam 7-10 hari. Namun, waspadalah jika flu tidak kunjung pergi karena bisa menjadi penderita terkena infeksi serius lanjutan pasca-flu, seperti pneumonia atau bronkhitis. Masyarakat juga sering kali menggunakan istilah flu untuk menggambarkan gejala pilek. Padahal, itu penilaian salah kaprah yang harus diluruskan.
















Waspadalah terhadap Flu dan Pilek . . . Musim hujan mulai datang di negeri tercinta kita ini, influenza umumnya banyak terjadi saat pergantian musim kemarau ke musim hujan dan sepanjang musin hujan. Setiap orang bisa terkena sakit flu, tetapi anak kecil, orang lanjut usia, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan mereka yang memiliki penyakit kronis umumnya lebih mudah diserang.
Setiap orang memiliki Kolesterol di dalam darahnya, baik diproduksi sendiri oleh tubuh maupun berasal dari makanan. Namun, seringkali kolesterol berlebih diakibatkan pola makan yang tidak sehat, sehingga malah menimbulkan masalah, terutama pada pembuluh darah jantung dan otak.













